Wednesday, January 18, 2012

Struktur Batuan Sedimen



Sederhananya, tekstur batuan itu sesuatu yang baru kelihatan kalau kita memperhatikan batuan dari
jarak dekat. Kamu punya segenggam batu aja, teksturnya udah bisa dideskripsikan (lihat posting tekstur batuan: sedimen ini). Sedangkan, struktur batuan justru terlihat jelas kalau kita mengambil langkah mundur dan memperhatikan batuan dari kejauhan. Sebongkah kecil batu aja biasanya nggak bisa memperlihatkan struktur; harus ngelihat massa batuan langsung di lapangan!

Termasuk struktur batuan sedimen di antaranya…..

1. Perlapisan/Bedding
Disebut juga emaknya batuan sedimen. Abis, kalau ada batu punya perlapisan, langsung bisa ketahuan kalau itu batuan sedimen! Ngomong-ngomong, kok bisa sih batuan berlapis-lapis kayak lapis legit?
Ehem, bidang perlapisan terbentuk jika terdapat suatu periode singkat di mana proses deposisi (pengendapan) menjadi sedikit sekali. Kata kuncinya di sini singkat, karena kalau terlalu lama, apalagi sampai terbentuk bidang erosi,  ini sudah menjadi ketidakselarasan atau unconformity. Oya, bidang perlapisan juga bisa terbentuk kalau ada perubahan lingkungan pengendapan.

2. Laminasi
Photobucket
Ini cucunya perlapisan… cuz laminasi adalah perlapisan yang tipiiiis banget, dari beberapa mili sampai 1 cm. Ini biasanya terbentuk kalau suplai sedimennya sangat sedikit. Contoh: endapan silika di dasar laut.

Convolute lamination:
Photobucket
laminasi yang tampak “terlipat” (pernah keluar di OSN 2008). Struktur convolute lamination ini muncul bukan karena perlipatan akibat gaya endogen loh, melainkan akibat pengaruh arus yang mengalir di sekitarnya atau akibat proses dewatering /liquefaksi (sedimen kehilangan kandungan air secara tiba-tiba akibat terkena gangguan). Kehilangan air yang tiba-tiba ini membuat sedimen kehilangan kekuatannya. Nah, gangguan tadi berupa stress (tekanan) yang disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya yang sering terjadi ialah oleh gempa bumi.

                                                                                           
3. Silang Siur/Cross-bedding
Photobucket
 Struktur eksotis ini terbentuk kalau agen transportasi sedimen berupa arus/current; ini bisa arus sungai, arus laut, angin, dll. Yang namanya arus jelas punya arah dong.. karena itu struktur silang siur sangat <3 disayang-sayang ahli geologi <3 karena berguna untuk menentukan paleocurrent alias arus purba.

Gak cuma itu aja, silang siur juga bisa memberitahu kita mana bagian atas perlapisan dan mana bagian bawahnya. Dengan kata lain, dia penanda top and bottom gitu loh!

Lagipula bentuknya eksotis banget, di dalam perlapisan ada perlapisan!

4. Mud Cracks
Photobucket
Kretak-kretak… pas zamannya El Nino melanda Indonesia, kita sering ngelihat sawah-sawah mengering sampai retak-retak… itulah mud cracks. Permukaan lumpur yang di-oven sinar matahari akan memperlihatkan struktur mud cracks. Kalau tidak terjadi pembalikan lapisan, biasanya tampak samping mud cracks berbentuk trapesium dengan sisi di atas lebih pendek daripada sisi di bawah. Karenanya, top and bottom lapisan sedimen bisa ketahuan.

5. Ripple marks
Photobucket
Ripple marks, sama seperti cross-bedding, disebabkan oleh arus. Bedanya, ripple marks cuma bentukan yang ada di permukaan perlapisan sedimen. Struktur ini bisa menandakan arus purba juga.

5. Channel

Struktur Channel berskala meter sampai kilometer. Struktur ini terbentuk di sepanjang jalur transportasi sedimen dan air yang mengalir dalam waktu yang lama. Dengan kata lain, channel adalah sungai purba. Struktur channel bisa menunjukkan top and bottom karena bagian dasar sungai punya bentuk yang khas.

6. Flute cast
Photobucket

Adalah struktur sedimen yang terjadi akibat material-material yang dibawa arus menggerus bagian dasar sungai. Arus sungai mempunyai arah menuju ke bagian yang memanjang. Dengan demikian, struktur ini juga penentu paleocurrent.

Karena struktur ini hanya ada di bagian dasar suatu tubuh arus dan bagian yang menggembung selalu di bawah, maka flute cast pun handal dalam menentukan top-bottom perlapisan sedimen.

7. Flame Structure (check)
Photobucket
Dinamai flame structure karena kenampakannya mirip lidah api yang menjilat-jilat ke atas. Flame structure terbentuk saat suatu lapisan mudstone berada di bawah lapisan batupasir. Batu pasirini membebani mudstone yang lemah, sehingga sedikit massa mudstone di bawah “muncrat” ke atas dan membentuk “lidah”.

8. Gradasi
Photobucket
Struktur gradasi dicirikan oleh perubahan tekstur batuan secara perlahan-lahan dari atas ke bawah. Gradasi Normal mempunyai kenampakan makin ke bawah ukuran butir makin besar. Biasanya, proses sedimentasi normal bakal menempatkan butir-butir paling kasar di bagian terbawah lapisan yang kemudian menghalus ke atas… secara yang gede kan lebih berat, jadi lebih cepet turun. Atas dasar inilah gradasi dapat digunakan sebagai penciri top and bottom lapisan batuan.  TETAPI, pada beberapa kasus tertentu bisa juga terbentuk Gradasi Terbalik atau Reverse Grading, karena itu kita perlu berhati-hati kalau memakai dasar gradasi sebagai acuan top bottom.

9. Lenticular bedding

Perlapisannya berbentuk “melensa”, yaitu makin ke tepian, lapisan makin tipis. Lenticular bedding menandakan lingkungan yang didominasi gelombang pasang-surut (tidal). 







10. Ball and Pillow Structure
Photobucket
Struktur ini biasanya terjadi jika ada selapis sedimen pasir berada diantara sedimen lumpur. Sedimen sedimen pasir tampak terpecah-pecah sehingga bentuknya mirip (?) bantal. Diperkirakan penyebabnya akibat peristiwa gempa atau tingginya tingkat sedimentasi sehingga mengganggu stabilitas perlapisan.

Itulah 10 struktur sedimen yang lumayan umum dijumpai, disamping belasan jenis struktur sedimen lainnya!
lebih lengkap tentang struktur sedimen bisa dibaca di sini.

Sumber : http://www.kebumianzone.co.nr

1 comments:

Agreva Tania said...

Wah.. Ijin copya ya:) Big thanks:)

Post a Comment